Praya Timur Jadi Wilayah Paling Terdampak Kemarau

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng) mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air akibat musim kemarau. Hingga akhir Juli 2026, Kecamatan Praya Timur menjadi wilayah dengan permintaan bantuan air bersih terbanyak, dengan total 39 tangki air bersih telah disalurkan ke masyarakat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Ridwan Makruf, mengatakan permintaan distribusi air bersih mulai meningkat meski masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penyaluran terbaru dilakukan ke Desa Kabul, Kecamatan Praya Timur, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan.

“Permintaan air bersih sudah mulai masuk. Hari ini kami melakukan penyaluran ke Desa Kabul. Secara umum, wilayah Praya Timur masih menjadi daerah yang paling banyak mengajukan permintaan,” ujar Ridwan, Senin (27/7).

Selain Desa Kabul, BPBD juga menerima permintaan bantuan dari Desa Sukarara dan Desa Lebuli di Kecamatan Jonggat. Sejumlah desa di Kecamatan Praya Barat Daya juga mulai mengajukan distribusi air bersih seiring meningkatnya dampak musim kemarau.

Ridwan mengatakan kebutuhan air bersih diperkirakan terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah memetakan wilayah rawan kekeringan, menyiapkan dua unit mobil tangki air, serta memperkuat koordinasi dengan Perumdam Tirta Ardhia Rinjani.

“Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dan juga menyiapkan armada tangki air milik BPBD. Yang terpenting, masyarakat yang membutuhkan bisa tetap terlayani,” katanya.

BPBD juga membuka peluang meminta dukungan tambahan pasokan air maupun armada dari Pemerintah Provinsi NTB dan instansi terkait apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.

“Kalau untuk pelayanan air bersih, kami optimistis bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika stok atau armada kurang, kami juga bisa mendapat dukungan dari provinsi,” tambahnya.

Hingga saat ini, permintaan bantuan air bersih tercatat berasal dari tiga kecamatan, yakni Praya Timur, Jonggat, dan Praya Barat Daya. Meski permintaan mulai meningkat, BPBD Loteng belum menetapkan status darurat kekeringan karena kondisi masih dinilai dapat ditangani melalui distribusi air bersih dan koordinasi lintas instansi.

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap meningkatkan langkah penanganan apabila dampak kekeringan semakin meluas agar kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi.

Sumber : https://insidelombok.id/lombok-tengah/praya-timur-jadi-wilayah-paling-terdampak-kemarau/

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *