Bandara Lombok melalui InJourney Airports kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung Program Konservasi Bahari di Pantai Nipah. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut merupakan bagian dari implementasi pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Asta Cita kedelapan pemerintah.
General Manager Bandara Lombok, Aidil Philip Julian, mengatakan InJourney Airports tidak hanya berfokus pada pengelolaan bisnis aviasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan, alam, dan budaya. Menurutnya, konservasi bahari menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap program pembangunan berkelanjutan pemerintah.
“Bagi kami, bisnis aviasi bukan berarti kami juga melupakan darat atau laut. Tujuan pembangunan berkelanjutan dalam kerangka kelautan merupakan implementasi dari Asta Cita kedelapan. InJourney Airports sebagai eksekutor program pemerintah wajib berkomitmen menyelaraskan lingkungan, alam, dan budaya melalui konservasi bahari,” kata Aidil.
Aidil menjelaskan, pada tahun sebelumnya InJourney Airports telah menyalurkan satu unit kapal patroli pesisir untuk mendukung kegiatan konservasi di kawasan Pantai Nipah. Kapal tersebut dimanfaatkan untuk patroli kawasan pesisir sekaligus diharapkan dapat menjadi sarana wisata edukasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
“Saya titip kapal ini kepada pengelola agar masyarakat sekitar dan wisatawan dapat merasakan hasil konservasi di Pantai Nipah. Kapal ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.
Selain penyaluran kapal patroli, InJourney Airports juga mendukung berbagai kegiatan konservasi, di antaranya transplantasi terumbu karang, rehabilitasi kawasan semi alami penyu, penyediaan sarana edukasi lingkungan, serta melengkapi fasilitas penunjang kegiatan konservasi.
Aidil meyakini keberadaan kapal patroli dan pengembangan kawasan konservasi dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis lingkungan di Lombok.
“Keindahan Lombok tidak hanya berasal dari anugerah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga dari tangan-tangan kita yang wajib melestarikannya,” katanya.
Ia menambahkan, InJourney Airports akan terus mengembangkan program tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak hanya berfokus pada konservasi bahari, tetapi juga berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya.
“Ke depan, program-program InJourney Airports tidak hanya menyentuh konservasi bahari, tetapi juga konservasi lainnya yang berkaitan dengan penyelarasan lingkungan, alam, dan budaya. Kami ingin terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian Lombok untuk generasi mendatang,” tandasnya.

